Minggu, 24 Agustus 2014

djakarta warehouse project 2013

People danced by the light of the fireworks
Kawasan Ecopark larut dalam selebrasi dance music sampai fajar menjelang.
DWP 13, di mana musik menyatukan semuanya...

Kamis, 12 December 2013. Atrium mal Gandaria City mendadak ramai tidak seperti biasanya. Tampak ribuan orang antre hingga mengular sejak pagi hari. Di atas panggung nampak sebuah layar besar memutar video Djakarta Warehouse Project 2013 yang akan diadakan keesokan harinya. Antusiasme pemesan tiket acara yang dikenal dengan singkat DWP itu seolah tak terbendung lagi. Mereka tidak sabar untuk cepat berganti hari dan bersatu dalam keceriaan festival dance music terbesar di Indonesia itu. Bisa dibayangkan berapa puluh ribu orang akan memadati arena Ecopark di Ancol, Jakarta Utara dan menyaksikan penampilan 15 disc jockey internasional serta puluhan DJ Tanah Air. Dan hari yang dinanti pun tiba...
Jumat, 13 December 2013. Bagi sebagian orang, tanggal 13 yang jatuh setiap hari Jumat memiliki mitos yang terkesan angker dan penuh kesialan. Tapi tidak dengan hari itu. Sejak siang hari, langit Jakarta sudah digelayuti awan mendung yang cukup pekat. Tak terelakkan, hujan turun begitu derasnya menjelang sore hari. Hujan berhenti tepat waktu, menjelang pukul enam sore, gerimis kecil masih membasahi kawasan Ancol. Tampak para pengunjung dan kendaraan mulai berdatangan hingga menyebabkan kepadatan di beberapa ruas di kawasan Ancol. Tim TalkMen yang bertugas meliput DWP 2013 saat itu tiba di lokasi lebih awal sembari mempersiapkan peliputan di salah satu hotel yang berada dekat dengan Ecopark.

DJ WW dan Yasmin dari Indonesia mengawali kemeriahan di panggung Garudha Ice Land.
Sumber: dokumen TalkMen.com
Selepas pukul delapan malam, parkiran kendaraan sudah memenuhi jalanan di sekitar Ecopark, membuat arus kendaraan tersendat di beberapa titik. Ismaya Live selaku promotor cukup sigap dengan menyediakan shuttle busyang berkeliling guna mengantar jemput pengunjung dari sekitar kawasan Ecopark untuk menuju area tempat DWP 2013 berlangsung. Sampai di gate utama DWP, antrean pengunjung sudah mengekor. Beruntung, pihak keamanan dan ticket officer sangat cekatan dalam mengatur jalur antrean pengunjung yang akan memasuki venue DWP 2013.Terdapat tiga stage dalam area DWP di Ecopark; Garudha Ice Land, Cosmic Station, dan Neon Jungle. UntukAfter Party stage sendiri diadakan di Colosseum dan letaknya terpisah di luar kawasan Ancol.
Garudha Ice Land merupakan panggung utama yang terletak di tengah kawasan Ecopark, sementara itu Cosmic Station berada di sisi depan Ecopark di dalam gedung, dan Neon Jungle tak jauh dari gate masuk pengunjung. Euforia sebuah festival betul-betul terasa setelah memasuki arena DWP saat itu, hanya saja penunjuk arah dan jadwal penampilan artis di tiap stage dirasakan kurang jelas dan tidak terlalu terlihat. Tetapi nampaknya itu bukan masalah besar, sejauh mata memandang arus pengunjung sebagian besar mengalir menuju panggung Garudha Ice Land. Wajar saja, karena sederet DJ ternama akan menunjukkan aksinya di sana.

Tata lampu, panggung, dan visual panggung Garudha Ice Land begitu menakjubkan.
Sumber: dokumen TalkMen.com
Tiba di area Garudha Ice Land, DJ WW dan DJ Yasmin dari Indonesia menjadi rangkaian pembuka. Bangga rasanya melihat penampilan DJ lokal yang tak kalah berkualitas dengan DJ internasional. Keduanya menyuguhkan sajian dance music yang dipadukan dari beberapa genre, dari mulai houseprogressive, hingga dub step. Kemudian menyusul Angger Dimas naik ke atas panggung dan membawakan sederet lagu-lagunya yang cukup terkenal di industri musik EDM (Electronic Dance Music) seperti Beat Down dan Resurrection
Puas dengan suguhan atraktif dari Angger Dimas, giliran Martin Solveig menghentak panggung Garudha Ice Land. DJ asal Inggris ini betul-betul seorang performer sekaligus musisi yang memberikan sajian musik dance penuh semangat meskipun hujan deras kembali menyiram Ecopark malam itu. Lagu-lagunya seperti HelloBlow, dan The Night Out sukses membuat koor penonton. Seolah tak mau kalah dengan penampilan Martin Solveig yang berhasil membangkitkan semangat penonton yang terlanjur basah akibat hujan, kehadiran Zedd kian 'memanaskan' suasana. DJ muda yang melejit lewat single Clarity ini begitu memukau penonton dengan hentakan progressive electro hingga akhir penampilannya.

Penampilan Angger Dimas begitu atraktif dan sangat menghentak.
Sumber: dokumen TalkMen.com
Beralih ke arena Cosmic Gate, W&W telah menanti pengunjung yang ingin merasakan sensasi lain musik EDM. Duo DJ asal Belanda ini betul-betul ganas memainkan musik neo trance berbumbu progressive house. Lagu-lagu mereka seperti ThunderLift OffInvasion, dan D# Fat seolah mengajak penonton berjingkrak dengan tata lampu panggung yang luar biasa. Sementara itu di arena Neon Jungle, Breakbot membuat penonton tak berhenti bergoyang dengan iringan musik bernuansa retro house. Di Garudha Ice Land, penampilan Alesso seolah membayar kerinduan pecinta musik EDM dengan memainkan beberapa lagu milik Swedish House Mafia.
Di penghujung malam, penonton kian berdesakan untuk kembali menuju Garuda Ice Land demi menyaksikan penampilan David Guetta. Ini merupakan penampilan David Guetta yang kesekian kali di Jakarta. Lagu-lagunya yang cukup familiar membuat dirinya tetap dinanti untuk menjadi penutup yang manis di perhelatan Djakarta Warehouse Project 2013 kali ini. Sebelum David Guetta menyelesaikan tugasnya, tampak arus penonton beranjak menuju Colosseum di mana After Party stage berada. Masih ada Gareth Emery yang siap melanjutkan festival musik dance terbesar di Indonesia ini hingga pagi menjelang.

Hujan deras yang membasahi panggung Garudha Ice Land tidak menyurutkan Martin Solveig membakar semangat penonton.
Sumber: dokumen TalkMen.com
Meskipun banyak kekecewaan yang terlontar lantaran hujan membuat kawasan Ecopark menjadi lautan lumpur, belum lagi kemacetan parah yang merambat hingga jalur tol dalam kota, tetap saja DWP 13 kali ini meninggalkan kesan yang begitu mendalam. Setiap orang membawa ceritanya masing-masing setelah puas melihat DJ favoritnya beatraksi di depan mata. DWP 13 merupakan bukti jika Indonesia mampu untuk membuat sebuah festival musikdance bertaraf internasional. Bermimpi mewujudkan Tomorrowland atau Ultra Music Festival di dalam negeri sendiri, kenapa tidak?
Well, see you guys on Djakarta Warehouse Project 2014!
by :VALERIO BRILLIANT PRATAMA

biography

name:valerio brilliant

job :student

hobby :eat,sleep,rave,repeat

status :single


we are a vanilla unicorn and play with girls big family


proud to be a dj player and a producer



Tidak ada komentar:

Posting Komentar