Minggu, 24 Agustus 2014

Asal mula TOMORROWLAND

TOMORROWLAND



            
               Pada musim panas di Eropa telah tiba disitulah waktu yang dinanti-nanti oleh para penghuni benua biru itu. Karena banyaknya acara yang diadakan dalam rangka menyambut musim panas di benua tersebut. Salah satu acara yang selalu dinantikan terutama oleh para penggemar Music Electronic adalah Tomorrowland. sebenernya sih banyak acara yang serupa tapi di beda waktu dan tempatnya, Tomorrowland, adalah salah satu festival electronic dance music terbesar di Eropa. Para penikmat musik elektronik dari segala penjuru dunia selalu menyesaki acara ini. Tiket Tomorrowland bahkan selalu habis terjual jauh sebelum acara tersebut dimulai. 



                    Tomorrowland yang diselenggarakan di kota Boom suatu kota kecil dekat dengan Antwerp Belgia menjadi magnet para penikmat musik elektronik. Acara yang telah dilangsungkan sejak tahun 2005 dipromotori oleh ID&T pada tahun ini digelar selama 3 hari dari tanggal 27 – 29 Juli disesaki oleh  ratusan ribu orang dari kurang lebih 75 negara. Pihak panitia juga telah menyiapkan area penginapan yang dinamakan Dreamville untuk mengakomodir para pengunjung Tomorrowland, sehingga pengunjung tidak perlu bingung lagi mencari tempat menginap selama festival musik ini berlangsung. Tidak hanya di Tomorrowland dimana acara utama digelar, di kampung Dreamville pun panitia mengadakan acara-acara hiburan bagi yang menginap disitu.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Tomorrowland juga dipenuhi oleh line up artis/DJ terkenal dari mancanegara. Carl Cox, Paul van Dyk, AVICIIDavid GuettaSteve AokiSwedish House Mafia adalah salah satu dari performer yang meramaikan 15 panggung yang disediakan dalam Tomorrowland 2012 ini. Satu hal yang membanggakan adalah tampilnya DJ asal Indonesia Angger Dimas sebagai salah satu line up di Tomorrowland 2012.



Tomorrowland adalah festival musik elektronik yang terbesar di dunia. Festival ini diselengarakan oleh ID&T Entertainment. Tomorrowland berada di kota Boom, Belgia. Acara ini diselenggarakan sejak tahun 2005.



Para pendiri perusahaan yang menyelenggarakan Tomorrowland adalah Irfan van Ewijk, Duncan Stutterheim, dan Theo Lelie.


Banyak DJ2 besar yang pernah main di Tomorrowland. Diantaranya David Guetta, Afrojack, Nicky Romero, Steve Aoki, Avicii, Skrillex, Martin Solveig, Dimitri Vegas & Like Mike, dan juga Swedish House Mafia. Kesimpulannya kalau anda penggemar aliran musik elektro maka Tomorrowland tempat yang tepat untuk mendapatkan pengalaman yang istimewa dan menyenangkan.

Formasi 

2012 Menampilkan Skrillex, Avicii, Skazi, David Guetta, Nervo, Swedish House Mafia, Steve Aoki, Carl Cox, The Bloody Beetroots, Paul van Dyk, Martin Solveig, Chuckie (DJ), Fatboy Slim dan Pendulum, lebih lengkap klik ini
2011: Afrojack, Above & Beyond, Carl Cox, De Jeugd van Tegenwoordig, Fedde le Grand, Ferry Corsten, Sander van Doorn, Swedish House Mafia, Cosmic Gate, Avicii, Faithless, TiĆ«sto, Laidback Luke, David Guetta dan banyak lagi. Lebih lengkap klik ini.
2010: Swedish House Mafia
2009: Moby, Push, Natural Born Deejays
2008: David Guetta, Above & Beyond, Les Petits Pilous, Armin Van Burren, Marco Remus, Felix Da Housecat
2007: Paul Van Dyk, Roger Sanchez,
2006: Armin Van Buuren, David Guetta, Fred Baker, Zany, Ruthless, Marco Bailey.
2005: Push (MIKE), Armin Van Buuren, Cor Fijneman, Yves Deruyter, Technoboy, Coone
Detail formasi Tomorrowland selengkapnya >>  ini


Youtube Channel 

Tomorrowland

Nicky Romero vs David Guetta vs Afrojack - Live at Tomorrowland 2013 by: Valerio brilliant prtama

DREAM field 2K14 berhasil dilaksanakan

DREAM FIELDS 2K14

Dreamfields Festival mungkin masih asing bagi sebagian dari kita yang ada di Indonesia, terlebih bagi kita yang mungkin bukan penggemar Electronic Dance Music (EDM). Tapi, coba tengoklah ke Eropa, dimana cikal bakal Dreamfields itu bermula. Dreamfields digagas pertamakalinya oleh dua perusahaan jasa penyelenggara acara yang punya nama besar di Eropa, yaitu Matrixx Events dan MBFH. Dreamfields menjadi salah satu contoh EDM festival yang tumbuh secara cepat dalam menyedot pengunjung setiap tahunnya. Bayangkan saja, ketika awal penyelenggaraannya, Dreamfields didatangi 10.000 pengunjung dan terus bertambah dalam tiga tahun terakhir ini menjadi 25.000 pengunjung. Hal ini dijelaskan oleh Henry yang mewakili Matrixx & Splendid Asia dalam konferensi pers di Gusto tapas & wine bar, Epiwalk Jakarta pada Rabu, 28 Mei 2014. Henry hadir bersama Alex Tian dan Krishna Radhitya, CEO BlackRock Entertainment, promoter lokal yang ditunjuk Matrixx bersama Splendid Asia dalam menyelenggarakan Dreamfields Festival di Bali, Indonesia.
Dreamfields Festival di Bali mengambil lokasi di Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan akan berlangsung pada Sabtu, 16 Agustus 2014 dari mulai pukul 6.00 sore sampai 4.00 pagi keesokaan harinya. Lalu, apa yang membedakan Dreamfields Festival dengan EDM festival lainnya? Keunikan konsepnya tentu saja. Karena tidak hanya sekedar menghadirkan musik dansa elektronik atau DJ yang kualitasnya tak perlu lagi diragukan, tapi juga pengalaman mencecap hal-hal lain secara keseluruhan yang disuguhkan penyelenggara, mulai dari suasana tempat berlangsungnya festival, dekorasi panggung sampai tata cahaya yang bakal membuat kita berdecak. Kenyamanan pengunjung dan berusaha menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung adalah fokus utama penyelenggara Dreamfields Festival. Imajinasi diluar batas.
Dalam jumpa pers ini, penyelenggara juga mengumumkan beberapa nama DJ yang akan mengisi acara. Sidney Samson, Ummet Ozcan, Timmy Trumpet, Will Sparks, Mighty Fools, Goldfish & Blink dan Indyana hanyalah sebagian dari keseluruhan pengisi acara nantinya. Karena memang, nama-nama pengisi acara akan diumumkan dalam tiga fase. Fase pertama saat jumpa pers, fase kedua sebulan setelahnya (termasuk nama-nama DJ lokal yang akan ikut serta) dan yang terakhir dua minggu sebelum acara berlangsung. Penasaran bukan?
Penyelenggara menyediakan 12.000 lembar tiket yang akan dijual. 750 tiket VIP seharga Rp 1.500.000,- dan sisanya tiket regular seharga Rp 500.000,-. Harga-harga tiket ini belum termasuk pajak. Shuttle bus akan disediakan oleh pihak penyelenggara bagi VIP Guest maupun Regular Guest ke Resort Hotel di area GWK, maka dengan jarak yang sangat dekat antara Hotel dan Venue, maka Guest akan berjalan kaki dalam mengakses area Venue.
Pihak penyelenggara sangat memperhatikan keamanan dan keselamatan Guest dengan menyediakan Stand medical staff dan security staff yang tersebar di tempat-tempat tertentu dalam Venue, serta Gateaway Access dalam keadaan darurat. Tema/suasana yang berbeda -beda di setiap masing-masing Stage Venue. Stage Venue sendiri akan sangat megah dengan 3D Screen besar sebagai latar belakang stage yang akan menampilkan 3D visual artis yang sedang tampil.
Promotor juga sangat memperhatikan kebersihan dan kenyamanan lingkungan Venue dengan bekerja sama dengan organisasi plastic reduce Indonesia demi menjaga kebersihan dan kenyamanan di Venue serta tentunya dengan Toilet yang terjamin kebersihannya.
Khusus untuk VIP Guest ( Rp 1,500,000,- ) mendapatkan akses VIP Deck dengan Private Bar dan Private Servant yang akan memanjakan Guest dan fasilitas spesial lain yang akan menjamin kenyamanan Guest. Untuk pertanyaan lebih lanjut bisa email ke: VIP@dreamfields.co.id


Dreamfields festival telah sukses di beberapa negara, dan kini akan hadir di Indonesia, yang dipersembahkan oleh Blackrock Entertainment dengan Splendid Asia Events (MBFH Netherlands) dan Matrixx Events.


Dreamfields Festival
Experience The Power of The Mighty Garuda and Electronic Dance Music
Saturday, August 16th
Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, South Kuta
BALI - INDONESIA




DWP 2K14

DJAKARTA WAREHOUSE PROJECT 2K14

http://images.detik.com/content/2014/07/07/228/dwpdlm.jpg
Jakarta -
Salah satu perhelatan akbar Djakarta Warehouse Project (DWP) kembali digelar tahun ini. Berbeda dengan tahun lalu, DWP 2014 digelar dua hari berturut-turut yaitu 12 dan 13 Desember.

Kabar bahagia tersebut disampaikan langsung lewat situs resmi DWP. Sayangnya situs tersebut belum menyebutkan siapa saja yang akan tampil di DWP tahun ini.

baru beberapa diantaranya Steve Aoki,Nicky romero,Above and beyond,New world punk,KASKADE

Tak hanya itu, lokasi dihelatnya DWP juga masih belum diumumkan. Namun yang pasti, party tahun ini akan lebih meriah dibanding tahun lalu.

Sebelumnya, DWP 2013 berjalan sukses dengan diiring para Disc Jockey (DJ) tingkat dunia. David Guetta pun didaulat menjadi bintang utama dalam perhelatan tersebut.

Selain Guetta, nama-nama lain seperti Zedd dan Alesso juga jadi nama yang ditunggu para partylovers. Sedangkan nama-nama lokal seperti Angger Dimas hingga Riri Mestica juga tak kalah sukses mencuri perhatian.

by:VALERIO BRILLIANT PRATAMA

djakarta warehouse project 2013

People danced by the light of the fireworks
Kawasan Ecopark larut dalam selebrasi dance music sampai fajar menjelang.
DWP 13, di mana musik menyatukan semuanya...

Kamis, 12 December 2013. Atrium mal Gandaria City mendadak ramai tidak seperti biasanya. Tampak ribuan orang antre hingga mengular sejak pagi hari. Di atas panggung nampak sebuah layar besar memutar video Djakarta Warehouse Project 2013 yang akan diadakan keesokan harinya. Antusiasme pemesan tiket acara yang dikenal dengan singkat DWP itu seolah tak terbendung lagi. Mereka tidak sabar untuk cepat berganti hari dan bersatu dalam keceriaan festival dance music terbesar di Indonesia itu. Bisa dibayangkan berapa puluh ribu orang akan memadati arena Ecopark di Ancol, Jakarta Utara dan menyaksikan penampilan 15 disc jockey internasional serta puluhan DJ Tanah Air. Dan hari yang dinanti pun tiba...
Jumat, 13 December 2013. Bagi sebagian orang, tanggal 13 yang jatuh setiap hari Jumat memiliki mitos yang terkesan angker dan penuh kesialan. Tapi tidak dengan hari itu. Sejak siang hari, langit Jakarta sudah digelayuti awan mendung yang cukup pekat. Tak terelakkan, hujan turun begitu derasnya menjelang sore hari. Hujan berhenti tepat waktu, menjelang pukul enam sore, gerimis kecil masih membasahi kawasan Ancol. Tampak para pengunjung dan kendaraan mulai berdatangan hingga menyebabkan kepadatan di beberapa ruas di kawasan Ancol. Tim TalkMen yang bertugas meliput DWP 2013 saat itu tiba di lokasi lebih awal sembari mempersiapkan peliputan di salah satu hotel yang berada dekat dengan Ecopark.

DJ WW dan Yasmin dari Indonesia mengawali kemeriahan di panggung Garudha Ice Land.
Sumber: dokumen TalkMen.com
Selepas pukul delapan malam, parkiran kendaraan sudah memenuhi jalanan di sekitar Ecopark, membuat arus kendaraan tersendat di beberapa titik. Ismaya Live selaku promotor cukup sigap dengan menyediakan shuttle busyang berkeliling guna mengantar jemput pengunjung dari sekitar kawasan Ecopark untuk menuju area tempat DWP 2013 berlangsung. Sampai di gate utama DWP, antrean pengunjung sudah mengekor. Beruntung, pihak keamanan dan ticket officer sangat cekatan dalam mengatur jalur antrean pengunjung yang akan memasuki venue DWP 2013.Terdapat tiga stage dalam area DWP di Ecopark; Garudha Ice Land, Cosmic Station, dan Neon Jungle. UntukAfter Party stage sendiri diadakan di Colosseum dan letaknya terpisah di luar kawasan Ancol.
Garudha Ice Land merupakan panggung utama yang terletak di tengah kawasan Ecopark, sementara itu Cosmic Station berada di sisi depan Ecopark di dalam gedung, dan Neon Jungle tak jauh dari gate masuk pengunjung. Euforia sebuah festival betul-betul terasa setelah memasuki arena DWP saat itu, hanya saja penunjuk arah dan jadwal penampilan artis di tiap stage dirasakan kurang jelas dan tidak terlalu terlihat. Tetapi nampaknya itu bukan masalah besar, sejauh mata memandang arus pengunjung sebagian besar mengalir menuju panggung Garudha Ice Land. Wajar saja, karena sederet DJ ternama akan menunjukkan aksinya di sana.

Tata lampu, panggung, dan visual panggung Garudha Ice Land begitu menakjubkan.
Sumber: dokumen TalkMen.com
Tiba di area Garudha Ice Land, DJ WW dan DJ Yasmin dari Indonesia menjadi rangkaian pembuka. Bangga rasanya melihat penampilan DJ lokal yang tak kalah berkualitas dengan DJ internasional. Keduanya menyuguhkan sajian dance music yang dipadukan dari beberapa genre, dari mulai houseprogressive, hingga dub step. Kemudian menyusul Angger Dimas naik ke atas panggung dan membawakan sederet lagu-lagunya yang cukup terkenal di industri musik EDM (Electronic Dance Music) seperti Beat Down dan Resurrection
Puas dengan suguhan atraktif dari Angger Dimas, giliran Martin Solveig menghentak panggung Garudha Ice Land. DJ asal Inggris ini betul-betul seorang performer sekaligus musisi yang memberikan sajian musik dance penuh semangat meskipun hujan deras kembali menyiram Ecopark malam itu. Lagu-lagunya seperti HelloBlow, dan The Night Out sukses membuat koor penonton. Seolah tak mau kalah dengan penampilan Martin Solveig yang berhasil membangkitkan semangat penonton yang terlanjur basah akibat hujan, kehadiran Zedd kian 'memanaskan' suasana. DJ muda yang melejit lewat single Clarity ini begitu memukau penonton dengan hentakan progressive electro hingga akhir penampilannya.

Penampilan Angger Dimas begitu atraktif dan sangat menghentak.
Sumber: dokumen TalkMen.com
Beralih ke arena Cosmic Gate, W&W telah menanti pengunjung yang ingin merasakan sensasi lain musik EDM. Duo DJ asal Belanda ini betul-betul ganas memainkan musik neo trance berbumbu progressive house. Lagu-lagu mereka seperti ThunderLift OffInvasion, dan D# Fat seolah mengajak penonton berjingkrak dengan tata lampu panggung yang luar biasa. Sementara itu di arena Neon Jungle, Breakbot membuat penonton tak berhenti bergoyang dengan iringan musik bernuansa retro house. Di Garudha Ice Land, penampilan Alesso seolah membayar kerinduan pecinta musik EDM dengan memainkan beberapa lagu milik Swedish House Mafia.
Di penghujung malam, penonton kian berdesakan untuk kembali menuju Garuda Ice Land demi menyaksikan penampilan David Guetta. Ini merupakan penampilan David Guetta yang kesekian kali di Jakarta. Lagu-lagunya yang cukup familiar membuat dirinya tetap dinanti untuk menjadi penutup yang manis di perhelatan Djakarta Warehouse Project 2013 kali ini. Sebelum David Guetta menyelesaikan tugasnya, tampak arus penonton beranjak menuju Colosseum di mana After Party stage berada. Masih ada Gareth Emery yang siap melanjutkan festival musik dance terbesar di Indonesia ini hingga pagi menjelang.

Hujan deras yang membasahi panggung Garudha Ice Land tidak menyurutkan Martin Solveig membakar semangat penonton.
Sumber: dokumen TalkMen.com
Meskipun banyak kekecewaan yang terlontar lantaran hujan membuat kawasan Ecopark menjadi lautan lumpur, belum lagi kemacetan parah yang merambat hingga jalur tol dalam kota, tetap saja DWP 13 kali ini meninggalkan kesan yang begitu mendalam. Setiap orang membawa ceritanya masing-masing setelah puas melihat DJ favoritnya beatraksi di depan mata. DWP 13 merupakan bukti jika Indonesia mampu untuk membuat sebuah festival musikdance bertaraf internasional. Bermimpi mewujudkan Tomorrowland atau Ultra Music Festival di dalam negeri sendiri, kenapa tidak?
Well, see you guys on Djakarta Warehouse Project 2014!
by :VALERIO BRILLIANT PRATAMA

biography

name:valerio brilliant

job :student

hobby :eat,sleep,rave,repeat

status :single


we are a vanilla unicorn and play with girls big family


proud to be a dj player and a producer